Aku mencari apa yang tak bisa kudapat, aku mendapat apa yang tak kucari
September 28, 2006
Aku lari bagai musang lari dalam bayang-bayang rimba,
gila dengan wanginya sendiri.
Malamnya malam pertengahan Mei dan anginnya angin selatan.
Aku kehilangan jala dan akupun mengelana. Aku
mencari apa yang tak bisa kudapat, aku mendapat apa yang tak kucari
Dari hatiku keluar dan menari-nari bayangan hasratku sendiri.
Bayangan kemilau itu melayang lalu.
Kucoba mendekapnya kuat-kuat; ia lucut terlepas
dan membuatku tersesat.
Aku mencari apa yang tak bisa kudapat, aku mendapat apa yang tak kucari
(Rabindranath Tagore)
Cinta Sang Nabi
September 28, 2006
Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
Meskipun jalan yang harus kau tempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
Meskipun pedang-pedang yang ada dibalik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Dan jika ia bicara padamu, percayalah
Meskipun suaranya akan membuyarkan
mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang memporak porandakan pertamanan
Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkatmu naik, membelai ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari
Tapi cinta juga akan mencengkeram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi
Bagai seikat gandum ia satukan dirimu dengan dirinya
Menebahmu hingga kau telanjang
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau menjadi liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya,
hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan
Semuanya dilakukan cinta untukmu hingga kau mengetahui rahasia hatimu sendiri, dan dalam pengetahuan itu kau akan menjadi bagian hati kehidupan
Jangan biarkan rasa takut bersarang, agar kau tak hanya menjadikan cinta tempat mencari senang.
Karena akan lebih baik bagimu untuk segera menutupi ketelanjangan dan berlalu dari lantai penebahan cinta,
Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan puas tertawa, gelak yang bukan tawamu, dan engkau akan menangis, air mata yang bukan tangismu.
Cinta tidak mamberi apapun kecuali dirinya sendiri, ia tidak memiliki dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta
Ketika engkau mencinta jangan katakan,
“Tuhan ada dalam hatiku”; tapi katakan,
“Aku ada dihati Tuhan”.
Dan jangan berpikir engkau dapat memilih jalan sendiri karena cintalah, jika ia berkenan, yang akan mengarahkan jalanmu.
Cinta tidak pernah berhasrat selain pemenuhan dirinya
Namun jika engkau mencinta dan harus memiliki hasrat, biarlah ini yang menjadi hasratmu:
Melebur diri dan menjadi anak sungai yang mengalir melantunkan nyanyian ke peraduan malam
Mengetahui sakitnya rasa kelembutan
Terluka oleh pemahanmu sendiri tentang cinta;
Berdarah dengan ikhlas penuh suka cita
Terbangun di saat fajar dengan hati bersayap dan menghaturkan puji syukur untuk hari-hari yang penuh cinta;
Beristirahat diterik siang dan merenungkan puncak-puncak cinta
Pulang di petang hari dengan syukut sepenuh hati;
Lalu beranjak tidur dengan sepotong doa untuk yang tercinta dan sebait lagu pujian dibibir
(Kahlil Gibran)
Hello world!
September 27, 2006
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!